Backpacker-an di Malioboro

By meimei 17 Sep 2021, 06:19:38 WIB TUMBUH KEMBANG REMAJA
Backpacker-an di Malioboro

Backpacker adalah satu orang atau lebih yang melakukan perjalanan ke beberapa kota seminyak atau negara, mencoba berinteraksi dan berbaur dengan masyarakat setempat, mengunjungi tempat-tempat wisata atau tempat menarik di kota yang didatangi.

Disebut Backpacker karena biasanya mereka hanya membawa kebutuhan perjalanan dalam satu ransel besar, sehingga perjalanan menjadi lebih simpel dan praktis. Para backpacker biasanya pandai mengatur budget perjalanan menjadi lebih hemat.

Mulai dari berburu tiket pesawat yang sedang promo, memilih penginapan murah di kota tujuan paket wisata derawan, menggunakan moda transportasi umum, agar mendapat harga yang lebih murah. Sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang penasaran ingin tahu banyak hal dan senang menerima tantangan

Kota Jogjakarta adalah salah satu kota di Indonesia yang sering jadi tujuan para backpacker. Budaya Jawa yang masih kental dalam kehidupan sehari-hari, kota yang damai, aura keraton yang masih kuat dan dicintai rakyatnya menjadi daya tarik tersendiri, di samping tempat-temat wisata yang menarik.

Malioboro adalah salah satu spot wisatawan berkumpul, baik siang terlebih malam hari suasana di jalan Malioboro selalu ramai.

Pilihan penginapan paket wisata sangat beragam, mulai dari yang paling mewah dan mahal, hingga guethouse atau hostel yang harganya di bawah Rp 100.000.

Untuk sebuah penginapan murah yang sering dijadikan tempat menginap para backpacker fasilitas di hostel atau guesthouse cukup memadai. Tempat tidur yang disatukan dalam satu ruangan, yang menyerupai sebuah asrama memungkin para backpacker bisa saling mengenal dan berinteraksi.

Mereka bisa saling bertukar informasi dan tentu saja menjadi menambah teman dalam perjalanan paket wisata jogja. Meski demikian, seorang backpacker dibalik keluwesan bergaul dan berinteraksi dengan orang lain, baik penduduk setempat atau sesama backpacker yang baru saling kenal, harus tetap berhati-hati.

Sedikit tips agar perjalanan backpacker-an Anda tetap aman, seperti:

  • Jangan memakai benda-benda yang mengundang perhatian atau berlebihan,
  • Harus mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang kota yang akan dikunjungi,
  • Tetap waspada pada segala kemungkinan (berhati-hati atau waspada seringkali mirip dengan negative thinking, dan hal itu membuat orang yang berbicara dengan Anda akan kurang nyaman, jadi Anda harus mengemas kehati-hatian dengan rapi)
  • Bersikaplah meyakinkan, bahwa Anda tahu tujuan Anda atau apa yang harus Anda lakukan. Agar tidak mudah dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
  • Di era media sosial seperti saat ini menemukan teman yang memiliki passion sama adalah hal yang mudah, maka akan lebih menguntungkan jika di kota yang Anda kunjungi Anda memiliki teman atau kenalan.

Jika Anda sudah menguasai trik-trik untuk tetap aman dalam perjalanan wisata Jogja saatnya Anda memilih tempat wisata di sekitar Jogjakarta. Salah satunya yang paling unik dan menampilakn pemandangan yang eksotis adalah Gua Jomblang dan Gua Grubug, membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari Jogjakarta untuk dapat sampai di lokasi.

Gua Jomblang adalah gua vertikal dengan hutan purba di dasarnya, untuk dapat masuk ke sana harus menggunakan peralatan caving gua vertical yang teruji aman dan didampingi pemandu yang berpengalaman.

Pemandangan di dasar gua sangat indah berisi hutan purba berupa pohon-pohon purba, aneka tumbuhan pakis dan lumut. Terdapat lorong yang berhiaskan stalagmit, stalagti, dan batu kristal yang indah. Lorong tersebut menjuju gua Grubug yang memiliki aliran air dari sungai Kalisuci.

Di gua Grubug ini lah pesona yang sesungguhnya, sinar matahari masuk hampir setinggi 100 meter hingga bentuknya seperti tiang cahaya, menerpa air yang menetes di ketinggian pemandangan itu semakin indah, maka tidak heran jika dikenal dengan sebutan cahaya surga.

Saat-saat terbaik mengunjungi Gua Jomlang dan Gua Grubug adalah pukul 10.00 – 12.00 agar bisa mendapatkan pemandangan yang indah dengan posisi cahaya matahari yang pas.

Biaya untuk berwisata ke Gua Jomblang untuk menyewa peralatan, termasuk guide, asuransi, dan transportasi membutuhkan hampir Rp1.000.000. Jumlah peserta tur dalam gua pun dibatasi, tidak lebih dari 25 orang, tujuannya untuk menjaga ekosistem dan kondisi gua.

Petualangan Anda sebagai backpaker akan lebih berkesan dengan mengunjungi tempat wisata yang berbeda.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment